ANALISIS ASAM AMINO DENGAN HPLC

ANALISIS ASAM AMINO DENGAN HPLC

Auto Derivatisasi Analisis Asam Amino

Derivatisasi pre-column adalah teknik standar dalam analisis asam amino dengan HPLC. Derivatisasi prekolom dari asam amino bebas dalam larutan untuk pemisahan HPLC dengan deteksi UV atau fluoresensi terkadang dilakukan secara manual secara offline.

Beberapa kelemahan langsung untuk derivasi secara offline adalah sumber kesalahan karena keterampilan operator, kompetensi, dan teknik laboratorium; manipulasi sampel ekstra; diperlukan waktu ekstra; dan peningkatan risiko kontaminasi.

Derivatisasi online otomatis meminimalkan sumber kesalahan ini, segera meningkatkan presisi, dan menghemat waktu. Metode HPLC resolusi tinggi yang kasar termasuk derivatisasi online, karenanya, dapat meningkatkan produktivitas dibandingkan dengan metode offline.

Tabel dibawah ini adalah retention time hasil analisis asam amino dengan HPLC dengan menggunakan derivatisasi pre-column

NoAmino AcidsRetention Time (RT)
1Aspartic acid0.851
2Glutamic acid1.428
3 Asparagine2.639
4Serine2.835
5Glutamine3.285
6Histidine3.465
7 Glycine3.681
8Threonine3.837
9Arginine4.458
10Alanine4.764
11Tyrosine5.762
12Cysteine6.870
13Valine7.201
14Methionine7.363
15Norvaline7.602
16Tryptophan8.055
17Phenylalanine8.341
18Isoleucine8.503
19Leucine9.000
20Lysine9.428
21 Hydroxyproline9.747
22Sarcosine10.980
23Proline11.620

Untuk solusi ini Agilent Technologies memberikan “end-to-end” solusi berupa Agilent AdvanceBio Amino Acid Analysis (AAA) yang dapat membantu dan mengoptimalkan efisiensi alur kerja dengan menggabungkan keunggulan dari instrumen HPLC Agilent InfinityLab LC Series dan teknologi kolom Poroshell dengan reagen kimia untuk derivatisasi pra-kolom dan terbukti dapat digunakan untuk analisis 23 senyawa asam amino yang terdapat dalam tabel diatas.

3 Komponen Penting Keberhasilan Analisis Asam Amino

1. Agilent Derivatisasi Reagen

Reagen derivatisasi seperti buffer borate, OPA, dan FMOC adalah solusi reagen kimia siap pakai yang disediakan oleh Agilent. Analis hanya dengan memindahkan reagen tersebut dari wadahnya ke dalam vial autosampler dan selanjutnya proses derivatisasi pre-column dilakukan secara automatis dikontrol oleh autosampler pada HPLC Agilent.

OPA dikemas dalam ampul di bawah gas inert untuk mencegah oksidasi. Setelah dibuka, OPA kuat untuk sekitar 7 hingga 10 hari. Kami merekomendasikan mentransfer 100 μL alikuot OPA ke insert mikrovial dan menyimpannya di lemari es. Ganti microvial autosampler OPA setiap hari.

FMOC stabil di udara kering tetapi menurunkan kelembaban. Ini juga harus ditransfer ke sisipan mikrovial dalam 100 μL alikuot, dan disimpan dalam lemari es. Seperti OPA, ampul FMOC terbuka yang dipindahkan ke 10 insert mikrovial mampu tahan selama sekitar 7 hingga 10 hari.

2. Agilent HPLC 1260/1290 Infinity II System

Dengan  menggunakan HPLC dari Agilent, Efisiensi setiap hari dengan percaya diri:

  • Kecepatan lebih tinggi dan resolusi lebih tinggi berkat daya operasi hingga 600 bar dan 5 mL / mnt
  • Pemrograman injector untuk online otomatis derivatisasi
  • Deteksi UV sensitivitas tinggi berdasarkan array dioda teknologi untuk sensitivitas tanpa kompromi untuk deteksi multiwavelength simultan
  • Deteksi spektral penuh opsional untuk identifikasi dan analisis kemurnian puncak
  • Fleksibilitas luas untuk aplikasi LC atau UHPLC lainnya 100% kompatibilitas HPLC

Dengan Software instrument kontrol Openlab CDS 2, salah satunya dengan feature injection program proses derivatisasi dilakukan secara automatis di autosampler dengan program yang sudah diatur melalui software tersebut. Openlab CDS 2 juga sudah full comply dengan Data Integrity regulasi seperti 21 CFR part 11 atau anneks 11

3. Agilent Kolom Poroshell

Kolom AdvanceBio AAA didasarkan pada inovasi 2,7 μm superficially porous particle (SPP) teknologi Poroshell – partikel terdiri dari 1,7 μm inti padat/solid dengan dikelilingi partikel partikel kecil berpori 0,5 μm.

2,7 μm SPP memberikan backpressure 40-50% lebih rendah dengan efisiensi 80-90% dibandingkan dengan sub-2 μm partikel berpori total. SPP memiliki distribusi ukuran partikel yang lebih sempit daripada kolom dengan partikel berpori total, yang menghasilkan lapisan kolom yang lebih homogen, dan mengurangi dispersi dalam kolom.

Pada saat yang sama, cangkang berpori tipis memberikan resistensi yang lebih rendah terhadap perpindahan massa. Terlebih lagi, karena kolom menggabungkan frit 2 μm, mereka tahan terhadap penyumbatan seperti kolom 3.5 dan 5 μm.

 

Berikut Langkah-langkah untuk analisis Asam Amino dengan menggunakan Agilent AdvanceBio Amino Acid Analysis (AAA)
1. Siapkan fase gerak HPLC
2. Siapkan standar asam amino
3. Mempersiapkan solusi stok Standar Internal (ISTD)
4. Lakukan derivatisasi online
5. Tetapkan parameter untuk deteksi
6. Menjalankan analisis rutin throughput tinggi
7. Pastikan kesesuaian sistem per Eropa Pharmacacopoeia (Ph. Eur.)

 

untuk Download Jurnal Analisis Asam Amino dengan HPLC secara Auto Derivatisasi silahkan Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *